metafora kehidupan

metafora kehidupan
cara pandang kita menentukan pikiran kita

Jumat, 26 Februari 2010

Undercover Mission

hidup ini tidak akan lama, semua juga tahu itu, kita takkan pernah tahu seberapa panjang usia kita...
jadi selama hayat masih dikandung badan, kita harus melakukan aktivitas yang bermanfaat, jika tidak bisa bermanfaat buat orang lain setidaknya tidak menggangu orang lain dan bermanfaat bagi diri sendiri..
dengan itu kita bisa mewujudkan pengalaman unik yang terangkum dalam sebuah album kenangan....

sesudah pembagian rapor kelas XI (sebutan untuk kelas 2 SMA sebagai angkatan pertama KBK) yang menyatakan bahwa gue dan temen-temen berhasil naik ke tingkat yang lebih tinggi yaitu kelas XII, gue dan temen-temen seperti biasa nongkrong (sebutan duduk-duduk sambil ngobrol-ngobrol buat anak gaul) di basecamp kita (baca:rumah jendro) sambil memikirkan hal apa yang akan kami lakukan di kelas tertinggi di SMA ini apalagi kita akan mempunyai adik kelas...
kami merasa inilah awal proses untuk menjadi dewasa dan berpikir logis untuk kemajuan nusa dan bangsa...
kami pun berbicara tentang hal-hal yang akan kami lakukan di kelas XII, seperti berhenti membolos (bolos cuma buat main bilyard atau maen PS), memperhatikan guru yang sedang mengajar (biasanya pada main game HP tuh atau melamun), dan belajar yang rajin..
Tiba-tiba ada celetukan dari andre, " tur, lo ngapain ikutan obrolan tingkat tinggi ini, lo khan baru mau ikut MOS (Masa Orientasi Sekolah) besok..", yang laen juga menimpali, " iya tur, lo mah masih cocok jadi kelas X (kelas 1 SMA), SD juga cocok.", "ikut MOS aja lagi tur."..

Guntur, orang yang kita bicarakan ini, mempunyai tinggi 'gak lebih dari 150 cm (sampai sekarang juga kagak berubah tingginya), hobi teriak-teriak dan berbuat hal-hal gila lainnya..Pernah waktu kelas X, dia lari cuma pakai celana pendek ke kelas cuma buat ngikutin video klip Blink 182 yang personilnya pada lari-lari bugil..sampai dikelas celana pendeknya digulung sampai atas paha dan dia memegang gitar sehingga kalau dilihat sekilas seperti orang bugil yang bingung cari celana dan kebetulan dapat gitar yang sedang tidak dipakai untuk menutupi bagian sensitifnya (jangan ditiru neh kelakuan pemuda telat puber ini), para wanita yang baru masuk kelas tentu saja pada kaget dan menjerit-jerit, pikiran mereka tentu saja guntur ini tidak memakai apa-apa selain gitar yang menutupi bagian sensitif tersebut..

Berangkat dari celetukan temen-temen tadi, gue bilang ke guntur, " tur lo ikut MOS saja lagi..".
"ee lah lo wan.", kata guntur..,"gue serius..berani 'gak lo??"".
gue ceritain ide gue tentang menyamar jadi anak baru lagi dan ikut MOS (pikiran yang tidak dewasa dan logis tapi berani..hahahaha). Berhubung guntur memang sudah gila dari sananya, dia setuju-setuju saja tapi dia minta ditemenin (nah ini dia, sudah kayak anak TK lagi kalau sekolah mesti ditemenin) dan akhirnya gue lah yang terpilih untuk nemenin guntur jadi anak baru lagi..

Sebelumnya, kita tidak mempunyai niat untuk memberitahukan hal ini kepada anak-anak OSIS yang menjadi panitia MOS tapi setelah dipikir-pikir lebih baik memang memberitahu anak-anak OSIS dengan perantara imam (mantan pengurus OSIS). Herannya OSIS juga setuju dan malah menyiapkan skenario..

Dan jadilah gue dan guntur jalan kaki menuju sekolah dengan pakaian hitam putih untuk ikut MOS (motor kami parkir tempat jendro)..Gue yang badannya gede berakting sebagai si cupu, pakai kacamata dengan rambut belah pinggir yang norak abiz mana gue pakai celana di atas pusar lagi, mantab dah.pasti cupu abiz...Guntur yang tinggi badannya cuma setengah dari gue berakting sebagai si preman, dipasanglah tampang sesangar-sangarnya yang sebenarnya kalau dilihat baik-baik seperti orang yang menahan BAB.
Nama gue waktu MOS, Bagus Jaka
Nama guntur waktu MOS, Asep
berdua pindahan dari bandung, temen akrab dari kecil..itulah peran kami.

Selama MOS, kami bergaul SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) dengan anak-anak baru yang lain yang selalu disambut dengan tatapan kasihan oleh mereka (gini ya kelakuan anak bandung yang susah cari pacar.mungkin gitu pikiran mereka)..
Anak-anak OSIS juga kerajinan menghukum kami jika salah sedikit (mungkin pikir mereka, kapan-kapan lagi bisa ngerjain kakak kelas..hehehehe..maklum anak-anak OSIS khan kelas XI kebanyakan..)
Temen-temen seangkatan juga banyak yang nonton seh disekitar tempat MOS..
jadi begini toh perasaan artis lagi syuting film ditonton oleh khlayak ramai..
Tambah semangat lah gue sama guntur menghayati peran..hahahahaha
Guru-guru juga sampai tahu gara-gara Bu Rotua (guru kewarnegaraan yang galak mergokin guntur yang merupakan murid kesayangannya)..

Selama MOS kami di cap badung oleh anak-anak baru yang lain..Bagaimana tidak, kami dihukum didepan mereka gara-gara ketangkep merokok dikantin (pura-pura aja), aksesoris tidak lengkap (khan pake aksesoris aneh-aneh tuh, seperti bola yang dipotong dua dijadiin topi, dll. yang gue dengan guntur malas memakainya) dan banyak lagi...
sebenarnya seh tuntutan perannya memang gitu, guntur anak nakal, gue anak cupu yang terpaksa nakal..

Puncaknya pas penutupan MOS,
Anak-anak OSIS merasa berang dan pada waktu upacara penutupan kita semua dibentak-bentak, "barusan saya dapat kabar bahwa ada anak baru yang mengambil HP kakak-kakak OSIS-nya..saya tidak terima..dan saya sudah tahu orangnya, mereka yang melakukan perbuatan tersebut beserta peserta MOS yang punya nilai jelek tidak akan lulus MOS yang berarti tidak akan bisa masuk sebagai siswa di SMA 9 Bandar Lampung ini..", pidato ketua OSIS-nya.

Yah, begitulah ancaman anak-anak OSIS kepada peserta MOS bahwa siapa yang mempunyai nilai jelek dalam MOS (kriteria dilihat dari kehadiran,kelengkapan aksesoris, dll) tidak akan lulus MOS yang berarti tidak akan jadi siswa gunanya agar MOS berjalan tertib.

"Kamu, Asep dan Bagus Jaka, khan yang mengambil HP-HP tersebut??", bentak salah satu anak OSIS
"bbbbukan kak.", jawab guntur dan gue bersamaan..
"saya punya saksi yang melihat kamu mengambil HP tersebut.", bentaknya lagi..
dan jadilah gue dan guntur digiring kedepan barisan...
"woooooooooooo....", peserta MOS pada mencemooh kami..

di hadapan para peserta MOS yang lain kami ditanya kenapa kami mengambil HP-HP (kami mengambil HP dua, masing-masing pegang 1 HP) tersebut..
guntur menjawab, " saya disuruh John, kak." sambil menunjuk seseorang yang bernama John..
gue menjawab, "saya disuruh Tom, kak." sambil menunjuk seseorang yang bernama Tom..
yang namanya disebut tentu kaget bukan kepalang karena pada dasarnya mereka memang tidak tahu apa-apa, gue dengan guntur sebetulnya asal tunjuk saja..hahahaha..

tentu saja mereka berdua, John dan Tom, ikut digiring ke depan yang juga dicemooh oleh peserta MOS..
jadilah kami para pesakitan yang bakal tidak lulus MOS dan batal jadi siswa..
John dan Tom yang hampir menangis karena mereka bakal batal sekolah tentu ngamuk-ngamuk dan menantang gue dan guntur berkelahi, yang tentu saja gue dan guntur cuma bisa menahan ketawa..

Selang beberapa lama, setelah acara sedih-sedihan (yang bakal tidak lulus MOS ada banyak koq waktu itu. bukan cuma gue, guntur, john, dan tom..dan rata-rata pada menangis) dan amuk-amukan, diberitahukanlah bahwa semua itu hanya sandiwara, semua LULUS dan menjadi siswa SMA 9 Bandar Lampung yang langsung diambut euforia peserta MOS, peran kami pun selesai dan sosok kami pun diberi tahukan didepan peserta MOS bahwa sebenarnya Asep yang mereka kenal sebenarnya adalah Guntur Pradipta Gantira dan Bagus Jaka adalah Wan Adi Baramega yang merupakan siswa kelas XII dan pengambilan HP merupakan sandiwara saja, sontak peserta MOS terdiam (agaknya mereka heran, koq ada siswa kelas XII yang sosoknya 'gak lebih dari sosok anak SD.hahahaha..but do not judge the book just from it's the cover..right??) dan selang beberapa lama mereka semua bertapuk tangan meriah, memberi aplaus pada kami...hahahahahaha
john dan tom yang tadi menantang kami berkelahi langsung ciut, mereka tidak menyangka yang mereka tantang adalah sisiwa kelas XII (senior boiiii..hahahaha)..

this is real story..
akting menyamar ini diteruskan OSIS sampai beberapa tahun setelah kami lulus...

dibalik kegilaan ada kesenangan dan sebelum menjadi dewasa tentu ada proses..
kami menikmati semua proses ini...
kita takkan pernah tahu baik sebelum tahu yang buruk....

1 komentar:

  1. kita takkan pernah tahu baik sebelum tahu yang buruk..love this quotes :)

    BalasHapus