metafora kehidupan

metafora kehidupan
cara pandang kita menentukan pikiran kita

Jumat, 05 Maret 2010

Hidup Mahasiswa!!

Hidup mahasiswa!!

Hidup mahasiswa!!

Teriakan ini paling sering terdengar dan memang cukup membangkitkan semangat perjuangan para mahasiswa ketika menuntut suatu keadilan dalam bentuk demonstrasi.

Demo...demo... ada mahasiswa demo..
dan serentak pedagang menutup dagangannya, warga memilih untuk menjauh dari lokasi demo, kegiatan usaha lain pun mati. Tak sedikit yang menggerutu akibat merasa terganggu dengan aksi demonstrasi yang pada hakekatnya katanya adalah untuk membela kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.

Apakah ada yang salah dengan demo???
Tidak kawan..
Yang bermasalah adalah pelaku demo tersebut yang identik dengan kekerasan yang malah justru sangat mengganggu.
Contoh kejadian di Makassar, mahasiswa atau oknum mahasiswa berdemo dengan cara memblokir jalan dan menyerang kendaraan-kendaraan milik pemerintah yang kebetulan lewat sebagai bentuk protes. Tapi warga malah merasa terganggu dengan aksi tersebut dan menyerang para demonstran. Apakah para demonstran itu tidak tahu kalau mereka sudah menghalangi kegiatan orang lain?? Mereka menyuarakan suara siapa kalau begitu kalau warga pun tidak mendukung mereka. Apakah memang mereka mengerti tentang topik yang mereka demo atau malah hanya ikut-ikutan saja biar dibilang keren??? Gue pernah mendengar pernyataan bahwa mahasiswa sejati adalah mahasiswa yang berani turun ke jalan. Coba para mahasiswa intelektual tolong kaji paradigma yang aneh ini sekali lagi. Masih banyak cara yang dapat dilakukan para mahasiswa untuk berpartisipasi dalam pembangunan negara, misalnya dengan belajar dan terjun ke dunia pemerintahan atau kalau perlu terjun langsung ke dunia politik agar kita tidak dengan mudah diperbudak atau diprovokasi oleh pihak-pihak tertentu.

Ini ada tantangan dari dosen salah satu perguruan tinggi di Jakarta :

"Saya tantang para mahasiswa pendemo, untuk menjawab pertanyaan saya:

1. Apakah kewajiban kalian sebagai mahasiswa sudah terpenuhi ? saya tidak melihat dari nilai IPK atau IPS yang kalian dapat, tapi kuliah kalian itu dibiayai oleh orang tua dan Anda memiliki kewajiban untuk menjalankan perkuliahan dengan sebaik-baiknya, so ... apakah Anda benar-benar memahami apa yang sudah dipelajari sampai dengan semester ini ?

2. Apakah Anda berkelakuan demikian benar-benar memiliki motivasi untuk memajukan negara, atau cuma sekedar untuk "Keren-kerenan", atau cuma merengek-rengek menyalahkan Pemerintah untuk mentoleransi kemalasan kalian dalam membangun Negara ?

3. Apakah Anda sudah benar-benar bersih dari hal-hal buruk seperti, Mencontek, Malas Belajar, Korupsi Uang Orang Tua, Narkoba, bagaimana tingkah laku Anda di lingkungan sekitar Anda ?

4. Anda berdemo berarti merasa lebih becus dari Pemerintah, saya pengen tau pemikiran apa yg melandasi itu, dan mengapa Anda tidak mengambil jalan yang sah, seperti lulus kuliah, ambil gelar Master atau Doktor, aktif di partai dan jadilah Pemimpin yang Lurus ?

5. Anda berani karena ramai, apakah bila sendiri Anda punya nyali ?"

Jawablah..

Bagi gue, pemerintah memang perlu dikawal dalam menjalankan pemerintahan tapi bukan berarti harus selalu di kritik dengan dasar yang tidak jelas atau malah di kritik tanpa memberi saran/solusi penyelesaiannya.
Ketahuilah kawan, mencari kesalahan-kesalahan itu mudah tetapi tanpa solusi kesalahan itu tidak akan dapat diperbaiki.
Cukupkan diri kita untuk lebih berilmu agar ketika terjun menjalankan pemerintahan atau membangun bangsa dapat berbuat lebih baik lagi. Jangan hanya bersiul-siul puas untuk kepentingan tertentu. Ingat kita ini satu bangsa dan satu negara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar